Annyeong modu..
Setelah saya telusuri saya mendapatkan beberapa informasi lagi mengenai fairy tale tentang mermaid. Berhubung saya sangat menyukai dongeng mermaid dan ikon mermaid itu sendiri (dalam disney / Ariel pastinya) maka saya akan sharing lagi tentang dongeng mermaid di berbagai belahan dunia ini. Dan yang paling mengejutkan saya adalah di Indonesia sendiri disebutkan bahwa dongeng tentang "mermaid" itu refers to "Nyi Roro Kidul", wooww.. surprising right!! Padahal kita (Indonesian/Indonesia saram/orang Indonesia) sendiri mengenal sosok Nyi Roro Kidul merupakan makhluk halus penghuni pantai selatan yang berwujud wanita cantik. Menurut saya dongeng mengenai mermaid ini semakin menarik untuk di telusuri karena saya menemukan banyak hal - hal menarik di dalamnya. Baiklah kita akan mulai membahas dari bangsa kita sendiri dahulu, walaupun di postingan saya sebelumnya (Mermaid) telah dibahas mengenai dongeng mermaid di Indonesia.
1. Indonesia (part 2)
Asal mula dongeng ikan duyung menurut kepercayaan masyarakat di daerah Sulawesi Tengah khususnya mereka yang tinggal di daerah sekitar pantai ikan duyung merupakan penjelmaan seorang wanita cantik. Alkisah terdapat sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu, dan ketiga anaknya yakin dua orang laki - laki dan seorang perempuan. Diceritakan di suatu hari sang Ayah murka kepada istrinya hanya karena sisa lauk yang berupa ikan di berikan oleh sang istri untuk anaknya yang bungsu untuk di makan karena si bungsu menangis minta makan sedangkan si Ayah sudah berpesan kepada sang istri untuk di simpannya agar dapat ia makan saat makan siang. Sang ayah pun memaki dan memarahi sang istri seharian, walaupun sang istri sudah meminta maaf namun ia tidak memaafkannya, dengan hati yang terluka dan sedih istrinya memilih untuk meninggalkan rumah dan pergi ke pantai. Pada intinya si ibu yang mencari ikan di laut telah menjelma menjadi ikan duyung dan ketiga anaknya yang melihat perubahan pada diri ibunya tidak mau mengakui sang ibu, dan sang ibu pun kembali ke dalam laut.
Sedangkan orang - orang Jawa percaya bahwa pantai selatan di Jawa merupakan tempat tinggal putri duyung Jawa yakni Ratu Nyi Roro Kidul.
2. Jepang (part 2)
Di salah satu Kuil Shinto di Fujinomiya tersimpan sebuah mummi duyung
setinggi 170 cm berusia 1.400 tahun. Ini merupakan salah satu mumi
duyung tertua dan terbesar yang kini masih tersimpan di Jepang. Dari
bentuknya mummi duyung berpenampilan menyeramkan, berkepala besar,
bundar, dan botak, hanya sejumput rambut yang tumbuh di depan kepala
sampai ke hidungnya. Mata dan mulutnya tampak terbuka. Ia memiliki
sepasang tangan dengan kuku yang tajam (20 cm).
Setengah tubuh
bagian atas menyerupai manusia dan setengah bagian di bawah menyerupai
ekor ikan. Namun, struktur tulangnya tidak diketahui pasti bagaimana
bentuknya karena belum pernah diteliti.
Legenda mengenai duyung
monster ini muncul pada masa Putra Mahkota Jepang Shotoku (Shotoku
Taishi) di tahun 574-622 Masehi. Saat itu Shotoku berjalan melintas
tepian Danau Biwa. Saat ia menyepi tiba-tiba muncul sesosok monster dari
dalam danau yang berseru pada Shotoku bahwa ia adalah seorang nelayan
yang dikutuk menjadi monster duyung bertubuh setengah orang setengah
ikan, karena perbuatan di masa lalunya yang sering membunuh hewan untuk
disantap.
Ia mengaku baru memahami kekeliruannya dan berharap
agar ia menjadi peringatan bagi seluruh manusia agar tidak melakukan
pembunuhan terhadap satwa. Pesan ini disampikan untuk dunia di masa
depan. Karena itu monster tersebut minta agar ia (setelah mati nanti)
dikeringkan dan ditempatkan disebuah kuil sebagai peringatan bagi umat
manusia. Setelah menyampaikan pesan-pesan itu monster duyung itu
kemudian meninggal. Shotoku kemudian merenungkan ucapannya itu dan
mengeringkan duyung tersebut menjadi mummi. Sesuai permintaan sang
duyung, putra mahkota mendirikan sebuah kuil untuk mummi sang duyung.
Selama
1.400 tahun mummi ini berpindah-pindah tangan sampai akhirnya
ditempatkan di Kuil Shinto di Fujinomiya hingga kini. Keberadaan mummi
ini dihubungkan dengan kepercayaan yang berpantang membunuh satwa alias
hidup ala vegetarian. http://en.m.wikipedia.org/wiki/Mermaid

No comments:
Post a Comment